Featured Video

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

11-11-11 Jadi Favorit Pengantin

"Menikah di 'tanggal cantik' sebenarnya agar peristiwa spesialnya lebih gampang diingat."

Tiga dari Empat Mualaf Inggris Ternyata Kaum Perempuan...

Tiga perempat dari mualaf Inggris adalah perempuan. Richard Peppiatt dari Independent telah menemukan bahwa dari 5.200 warga Inggris yang masuk Islam pada tahun 2010.

Krisis Utang, Yunani Ganti Perdana Menteri

Pemerintah Yunani telah memilih pengganti Perdana Menteri George Papandreou untuk memimpin negeri mereka keluar dari krisis utang, yang telah mengguncang pasar keuangan global.

Ayo, Kampanye dalam Jaringan Cegah HIV/AIDS

Hari AIDS sedunia diperingati setiap 1 Desember. Untuk meningkatkan kesadaran tentang HIV/AIDS di masyarakat, kampanye yang bertujuan menggugah perhatian masyarakat akan digelar melalui sebuah kontes dalam jaringan (online).

Industri Kreatif Bisa Dapat Diskon Pajak

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan tidak menutup kemungkinan untuk mengkaji pemberian insentif pajak bagi industri kreatif atau usaha kecil menengah (UKM).

Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

July 06, 2011

Qiblat Day, Saatnya Mengoreksi Arah Kiblat

Bisa melaksanakan ibadah dengan benar adalah dambaan semua umat Islam, terutama dalam melakukan ibadah sholat, karena sholat adalah tiang agama. Untuk bisa melaksanakan sholat dengan benar tentu harus memenui syarat dan rukunnya. Salah satu syarat sahnya sholat adalah menghadap ke arah Ka'bah di Makkah al-Mukarromah, dengan kata lain menghadap kiblat, dan bukan yang lainnya.


Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, akan tetapi ironisnya, kalau kita berselancar dengan Google Earth, kita akan menemukan banyak masjid-masjid di Indonesia ini yang arah kiblatnya kurang tepat. Melencengya arah kiblat masjid-masjid tersebut bukanlah karena gempa bumi yang ramai dibicarakan pada awal tahun 2010 lalu, sampai-sampai MUI mengeluarkan Fatwa No. 3 Tahun 2010 tentang arah kiblat kemudian direvisi dengan Fatwa No. 5 Tahun 2010.

Asumsi bahwa gempa bumi merupakan faktor penyebab berubahnya arah kiblat di Indonesia tergolong menyesatkan mengingat perubahan sudut akibat pergerakan kulit Bumi oleh gempa bumi tergolong sangat kecil. Pergeseran sebesar permukaan bumi sebesar 20 m akibat gempa di Aceh akhir tahun 2004 hanya menghasilkan sudut penyimpangan arah kiblat sebesar 0,374” detik derajat.

Jauh-jauh hari sebelum gempa Aceh dan fatwa MUI tersebut keluar, penulis melakukan pengukuran arah kiblat masjid kecamatan se-kabupaten Gresik kecuali Bawean pada tanggal 21 Juni 2003 dengan menggunakan GPS (global position system), dan hasilnya banyak masjid-masjdi tersebut yang arah qiblatnya tidak sesuai, bergeser sekitar 2 sampai 5 derajat. Bahkan salah satu masjid bersejarah di kota Gresik ada yang melenceng 20 derajat.

Jadi kesimpulannya melencengnya arah kiblat di Indonesia bukanlah karena gempa, akan tetapi sangat mungkin pada saat pengukuran awalnya yang memang kurang presisi, mengingat keterbatasan teknologi pengukuran saat itu.

Secara teknis memperbaharui arah kiblat yang kurang tepat dengan arah kiblat yang benar bukanlah perkara yang sulit, akan tetapi realisasinya di masyarakat. Hal tersebut akan menimbulkan polemik jika tidak dilakukan dengan hati-hati.

Banyak cara dan metode untuk menentukan arah kiblat, mulai dari kompas magnetic, bayang-bayang matahari sampai dengan alat survey dan navigasi yang berbasis satelit, seperti GPS dan kompas digital.

Dari beberapa cara tersebut yang paling muda dan praktis adalah mengimplementasikan apa yang tersirat di dalam Al-Qur'an, surat Al-Furqon ayat 45 yang artinya: Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang; dan kalau dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu.

Cara yang paling mudah untuk menentukan arah kiblat dengan akurasi yang tidak kalah presisi dengan alat-alat canggih adalah dengan bayangan matahari. Yakni melihat bayangan matahari pada saat Qiblat Day (hari penentuan arah qiblat), atau Yaumu Roshdil Qiblah, atau istilah lain Istiwaul A’dhom, yakni ketika matahari berada tepat di atas ka’bah.

Dalam setahun, matahari tepat diatas ka’bah terjadi dua kali yaitu pada tanggal 28 Mei pukul 16.18 WIB (12:18 waktu Saudi) dan pada tanggal 16 Juli pukul 16.27 WIB (12:27 waktu Saudi), kecuali pada tahun kabisat maka hari penentuan arah qiblat maju satu hari yakni 27 Mei dan 15 Juli. Pada saat itu semua bayangan benda yang berdiri tegak lurus akan menghadap ke arah ka’bah di Makkah.

Akan tetapi tidak semua wilayah bisa memanfaatkan fonemena Qiblat Day di kota Makkah ini untuk menentukan arah kiblat, termasuk Makkah sendiri. Pada saat Qiblat Day, matahari berada diatas Ka’bah sehingga benda yang berdiri tegak di sekitar Ka’bah (Makkah) tidak menimbulkan bayangan sama sekali. Semakin dekat dengan Ka’bah semakin sulit menggunakan momen Qiblat Day ini.

Penentuan qiblat pada saat Qiblat Day ini hanya bisa digunakan oleh kaum muslimin dari tiga benua yaitu Asia, Afrika dan Eropa, sementara Amerika dan Australia tidak bisa memanfaatkan momen ini karena pada saat tersebut di Amerika matahari belum terbit dan di Australia matahari sudah tenggelam di ufuk barat. Wilayah Indonesia juga bisa memanfaatkan fonemena ini kecuali Indonesia bagian timur.

Secara umum negara-negara yang bisa memanfaatkan qiblat day ini hanya negara yang perbedaan waktunya tidak lebih dari 5 jam dengan waktu Makkah, atau bujurnya tidak lebih dari 90ยบ dari Makkah ke barat maupun ke timur.

Teknik menentukan arah kiblat dengan bayangan matahari pada saat Qiblat Day 28 Mei dan 16 Juli:

1. Tentukan lokasi masjid/langgar atau rumah yang akan diukur arah kiblatnya.

2. Ambil lokasi yang bisa menerima sinar matahari, bisa di dalam masjid atau di halaman masjid. Yang penting tempat tersebut datar dan bisa mendapatkan sinar Matahari saat bayangan matahari menghadap ke arah qiblat.

3. Siapkan jam/arloji yang sudah dicocokkan/dikalibrasi waktunya secara tepat, baik jam, menit maupun detiknya dengan radio/ televisi/ internet atau telpon ke 103.

4. Sediakan tongkat lurus panjang 1 meter. Pasang tongkat tersebut di lokasi yang datar secara vertikal (benar-benar vertikal) Akan lebih bagus jika menggunakan benang atau tali yang diberi bandul(lot tukang batu) sehingga benar-benar tegak vertikal.

5. Tunggu sampai pukul 16:18 WIB untuk tanggal 28 Mei dan pukul 16:27 WIB untuk tanggal 16 Juli. Usahakan pengukuran tepat pada jam tersebut, semakin tepat semakin benar pengukurannya. Jika tidak bisa secara tepat pada jam tersbut, usahakan jangan sampai selisih lebih dari 2 menit.

Contoh: Kita akan mengukur qiblat menggunakan bayangan matahari pada tanggal 28 Mei 2011, pasang benang beserta bandulnya pada tiang penyangga. Usahakan benang bandul tidak bergerak karena terpaan angin. Tunggu sampai 16:18 WIB ketika tepat pada jam tersebut tandailah bayangan matahari tersebut dengan spidol maupun penggaris. Maka, itulah arah kiblat yang sebenarnya.

http://bit.ly/jpRnOv

Read More

I'sha, Si Wanita Punk Yang Jadi Mualaf

Selama beberapa bulan terakhir ini, Lucy Osborne telah mewawancarai perempuan-perempuan di Inggris yang telah masuk Islam. Tulisan ini adalah tulisan Lucy Osborne yang dikirimkan ke The Times tentang peningkatan jumlah perempuan Inggris yang memeluk Islam. Tapi, mengapa mereka masih dipandang dengan penuh kecurigaan.

Jumlah mualaf di Inggris meningkat dua kali lipat dalam 10 tahun dan hampir dua pertiganya adalah perempuan. Lucy Osborne, yang berprofesi sebagai jurnalis lepas (freelance) sekaligus penulis ficer, menyelidiki mengapa hal ini terjadi.

I'sha adalah salah satu wanita mualaf yang diwawancarai oleh Lucy Osborne. Keluarga I'sha tidak menyetujui pilihan I'sha untuk menjadi seorang muslim. Keluarga semakin tidak setuju karena I'sha dalam kesehariannya menggunakan pakaian niqab yang hanya memperlihatkan kedua bola matanya.

"Ketika saya pertama kali memberitahu orangtuaku bahwa aku menjadi seorang Muslim, mereka tidak ingin ada yang tahu. Apakah itu keluarga atau tetangga,'' kata I'sha (40) yang masuk Islam sejak empat tahun lalu. ''Mereka tidak bisa mengerti keputusan saya."

Lingkungan kini menentang I'sha yang telah memutuskan untuk masuk Islam. ''Orang-orang di mana saya dibesarkan kini berbalik melawan aku. Mereka tidak ingin anak-anak mereka bersama dengan anak-anak saya. Mereka menilai saya sudah gila.''

Seperti banyak keluarga di Inggris, agama tidak ada dalam kehidupan sehari-hari keluarga I'sha. Jika I'sha pulang dari sekolah dan berbicara tentang Tuhan, ayah selalu akan mengatakan,''sekarang, hanya ada satu Tuhan di sini dan itu saya.''

Temukan Jalan Pulang
I'sha, seorang pekerja perempuan pendukung di Masjid London Timur, berasal dari Newcastle. Dia adalah salah satu dari 100.000 orang Inggris yang saat ini telah masuk Islam. Menurut hasil studi Faith Matters oleh Kevin Brice dari Universitas Swansea, sebanyak 5.200 warga Inggris tahun lalu telah menjadi mualaf.

Pengalaman I'sha tidak biasa. Mayoritas publik Inggris masih memandang Islam, yang merupakan agama terbesar kedua di Inggris, sebagai sebuah keyakinan yang aneh dan asing. Tapi, I'sha tidak seperti kebanyakan orang Inggris yang berpikir negatif tentang Islam.

"Saya justru merasa seperti sudah menemukan jalan pulang," katanya. "Melalui Islam, saya telah menemukan jawaban atas segala pertanyaan yang saya selama ini punyai. Saya telah menemukan kedamaian sejati."

I'sha dulunya adalah seorang punk. Dia memakai pakaian yang potongannya terbilang 'memalukan'. I'sha tentunya berpotongan rambut ala Mohican yang mirip landak. Adiknya secara terbuka memproklamirkan diri sebagai seorang lesbian.

Ketika mengatakan kepada keluarganya, teman dan rekan-rekan bahwa dia telah memeluk Islam, I'sha mengatakan bahwa dirinya tetap tidak berubah. "Saya mencoba untuk meyakinkan mereka bahwa aku masih si lidah panjang dari utara seperti dulu. Tetapi, menjadi seorang Muslim itu tidak dilihat sebagai sesuatu yang 'cool'.''

''Ketika orang melihat Anda berkulit putih dan orang Inggris, maka mereka benar-benar akan berperilaku kasar terhadap Anda. Karena, mereka berpikir bahwa Anda telah kembali pada cara hidup mereka dan menjadi bagian dari mereka,'' tambah I'sha.

http://bit.ly/ku3RQT

Read More
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More